Ketika si kecil tersedak duri ikan

No Gravatar
Easy AdSense by Unreal

Wah…. ternyata hal -hal yang sepele juga bisa bikin pusing,kalang kabut dan harus uter sana sini untuk sebuah penyelesaian. namun diatas semua itu, dalam setiap kejadian dalam hidup ini ada kesempatan bagi kita untuk belajar,mengetahui hal yang baru dan jadi lebih bijaksana.  ApalSagi jika itu menyangkut kondisi si buah hati yang masih bergantung kepada orangtua untuk setiap derita mereka.

Sore itu saya lagi santai sambil nonton teve, disampingku sang istri lagi menyuapi yang nomor dua yang masih berumur 4 tahun dengan ikan goreng gurih masakannya. tiba tiba si kecil mengaduh kesakitan.. “buu…tengolokannya sakiiiit….”.

Saya langsung curiga ini pasti ada duri ikan yang nyangkut ditenggorokannya. walaupun sang istri sudah berhati-hati memisahkan daging ikan dari durinya dan tulangnya tapi mungkin ada satu tulang kecil yang ditakdirnya lewat dari pantauan dan sampai tenggorokan si kecil….Langsung disuruh minum mungkin bisa sembuh, eh ternyata nggak berhasil, lalu dicoba resep yang pernah saya coba dulu sewaktu kecil, nasi yang masih hangat hangat tersebut dibulatkan dengan kepalan tangan sebesar kira kira bisa ditelan sikecil aja, ternyata resep “tua” tersebut juga nggak menyelesaikan masalah.

Lalu saya teringat pengalaman waktu kecil ketika mengalami hal yang sama. setelah coba segala usaha ternyata nggak berhasil kemudian datanglah ke seorang tua yang sudah dikenal dengan kelebihannya bisa menyembuhkan tersedak tulang ikan hanya dengan “diadukan” ke si orangtua tersebut padahal nntinya  hanya disuruh minum air putih tanpa diapa apain olehnya bahkan ambil air putih dirumah sendiri juga bisa. setelah diminum aneh bin ajaib penderitaan berakhir, tulang ikan yang nyangkut ditenggorakan lenyap entah kemana. ada yang bilang orang dilahirkan dalam keadaan sungsang memang  punya kelebihan bisa menyembuhkan tersedak tulang ikan.

Kembali ke penderitaan si kecil, berhubung kita hidup di perantauan di negeri orang,tidaklah gampang menemukan orang yang punya kelebihan seperti itu.akhirnya terpaksalah si kecil disabar sabarin dengan cobaannya dengan menjanjikan besok pagi akan diobati ke dokter.

keesokan paginya sikecil dibawa ke dokter THT. diruang periksa tenggorokannya di senterin untuk menemukan diman situlang kerok itu bersarang. namun nggak ditemukan secuilpun tulang duri ikan ditenggorokannya. entah karena keterbatasan alat praktek dokter yang canggih tersebut, maklum buatan manusia mana ada yang sempurna atau memang duri ikan tersebut telah lepas dengan sendirinya.namun menurut dokternya memamng durinya sudah nggak ada dan kemungkinan yang tersisa adah iritasi bekas tusukan duri tersebut yang masih menyisakan penderitaan bagi si kecil, yang jelas sampai lima hari berikutnya sikecil kadang masih mengadu tentang sakit tenggorokan dengan gejala yang sama dari awal.

namun memang makin lama makin ringan dan akhirnya sudah nggak ada maakah sama sekali.

Dokter THT bilang resep menelan gumpalan nasi punya dua kemungkinan. bisa memang benar durinya terbawa kedalam bersala nasi yang lewat atau malah memperparah karena si duri bisa tertekan menusuk makin dalam.

yah.. itulah pelajaran beberapa pelajaran yang dapat dipetiko dari kejadian tersebut.

Share

Related posts:

  1. Mengajarkan berbisnis kepada anak dari kecil
  2. TP Link WA601G as a Repeater
  3. Akismet, plugin penting para blogger

Me As Father

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Leave Comment

(required)

(required)